PERANCANGAN PRODUK TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DALAM KEGIATAN PENYULUHAN PROGRAM KB

 

    Program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu program pemerintah yang diselenggarakan untuk membatasi kelahiran guna mengurangi pertumbuhan penduduk dan menurunkan laju penduduk. Program KB diatur berdasarkan UU No 10 Tahun 1992 dan disempurnakan lagi dengan terbitnya UU No 52 Tahun 2009. Program KB merupakan upaya mengatur kelahiran anak, jarak, dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan, melalui promosi, perlindungan dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas (UU No 52, 2009). Tujuan dari program KB pada dasarnya yaitu pengaturan kelahiran guna membangun keluarga sejahtera (Sulistyaningsih, 2013).

Program KB adalah program yang dirancang oleh pemerintah Indonesia dalam rangka menurunkan pertumbuhan penduduk secara bertahap dengan mengendalikan fertilitas PUS baik dengan mengatur jarak kelahiran anak, mencegah kehamilan bagi yang menderita sakit dan menyetop kelahiran bagi yang sudah mempunyai dua atau tiga anak. Program Keluarga Berencana tidak dapat terlepas dari fungsi penyuluhan. Penyuluhan Keluarga Berencana merupakan kegiatan penyampaian informasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku keluarga dan masyarakat guna mewujudkan keluarga berkualitas. Sasaran utama pelaksanaan penyuluhan Program keluarga Berencana adalah Pasangan Usia Subur (PUS) yakni suami istri di mana istri berusia 15-49 tahun karena mempunyai kemungkinan untuk hamil dan memiliki anak. Dengan demikian, PKB harus mampu memberikan informasi kepada mereka agar menjadi tahu, mau dan mampu merencanakan sendiri keluarganya agar berkualitas.

Banyaknya masyarakat yang belum mengerti akan pentingnya edukasi mengenai program KB sering terjadi di beberapa daerah di Payakumbuh. Peran penyuluh dalam menyampaikan informasi tentu beragam mulai dari media cetak maupun media elektronik. Namun, pada masa pandemi ini banyak program yang harus direvisi karna pembatasan kegiatan secara langsung. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam program KB menjadi fokus utama dalam observasi kelompok pada saat ini.

     Di Balai Penyuluhan KB di Payakumbuh Utara, penyuluh melaksanakan dua metode yaitu metode langsung dan tidak langsung. Metode langsung yang digunakan adalah memanfaatkan momentum perkumpulan masyarakat seperti perwiritan, P.KK, Posyandu, ceramah, wawancara (face to face), dialog dan tanya jawab. Metode tidak langsung yang dilakukan adalah menyebar brosur, melalui papan reklame, pamplet, reklame surat kabar, serta melalui media televisi dan internet.

Komentar