Perancangan Produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Kegiatan Penyuluhan Program KB

 Nada Assyafiah (19005128)

Pendidikan Luar Sekolah

Universitas Negeri Padang


    Kejadian ledakan informasi sebenarnya menjadi pertanda munculnya peluang dan tantangan yang akan dihadapi manusia di masa depan. Perkembangan volume informasi yang dihasilkan dan dikelola akan terus dan semakin menggelembung. Seiring dengan itu maka informasi pun meningkat pula baik jumlah maupun jenisnya. Pada masa tersebut manusia hidup dalam suatu tatanan masyarakat baru, yakni masyarakat informasi. Dalam masyarakat informasi, informasi dianggap sesuatu yang penting untuk menunjang setiap kegiatan manusia. Oleh karena itu, berbagai infrastruktur yang dibutuhkan dalam proses mengelola dan mendistribusikan informasi terus dihasilkan dan dikembangkan. Infrastruktur dalam proses Kejadian ledakan informasi sebenarnya menjadi pertanda munculnya peluang dan tantangan yang akan dihadapi manusia di masa depan. 

    Perkembangan volume informasi yang dihasilkan dan dikelola akan terus dan semakin menggelembung. Seiring dengan itu maka informasi pun meningkat pula baik jumlah maupun jenisnya. Pada masa tersebut manusia hidup dalam suatu tatanan masyarakat baru, yakni masyarakat informasi. Dalam masyarakat informasi, informasi dianggap sesuatu yang penting untuk menunjang setiap kegiatan manusia. Oleh karena itu, berbagai infrastruktur yang dibutuhkan dalam proses mengelola dan mendistribusikan informasi terus dihasilkan dan dikembangkan. Infrastruktur dalam proses.

Beberapa manfaat yang diberikan TIK bagi satu bangsa, antara lain: 

1. Meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. 

2. Meningkatkan daya saing bangsa. 

3. Memperkuat kesatuan dan persatuan nasional. 

4. Mewujudkan pemerintahan yang transparan. 

5. Meningkatkan jati diri bangsa di tingkat internasional. 

    Tidak dapat dihindari laju perkembangan TIK telah banyak digunakan untuk berbagai tujuan yang kontraproduktif, bahkan destruktif, baik oleh perorangan, kelompok bahkan oleh sebuah negara. 

    Program-program yang dilakukan oleh penyuluh merupakan program yang berdadarkan instruksi dari BKKBN pusat, adapun program itu adalah program KB yang ada didalamnya sub program pendukung yaitu: Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), dan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS), yang merupakan suatu sistem yang saling berhubungan satu dengan lainnya. Program-program yang dilaksanakan penyuluh KB tentunya berdasarkan kebutuhan masayarakat (need assessment) calon akseptor KB. Program yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, untuk pasangan usia subur yang baru mempunyai anak tentunya programnya adalah BKB. Untuk keluarga yang mempunyai anak remaja program yang diberikan adalah BKR, begitulah seterusnya. Prinsip-prinsip pelayanan KB tersebut berkenaan dengan kondisi masyarakat, program pelayanan, serta tujuan dan pelaksanaan layanan, yang mengacu pada pelayanan yang efektif dan efisien untuk kehidupan yang efektif sehari-hari (KES), cerdas dan berkarakter (Prayitno, dkk. 2013: 8).

    Untuk kondisi seperti saat ini sudah berjalan cukup baik, namun terkendala covid 19 yang biasanya progran dilakukan secara langsung oleh kader pada saat ini hanya dapat mengunjungi satu kali sebulan, selebihnya secara daring yaitu melalui media sosial. Pelaksanaan penyuluhan dilakukan setiap sekali sebulan secara langsung, selebihnya melalui media sosial seperti grub wa, facebook. Biasanya memang hanya dilakukan secara lansung namun semenjak masa pandemi juga dilaksanakan di media sosial. Biasanya kader secara langsung pergi ke masyarakat.

    Penyuluhan kepada masyarakat tentang program KB akan lebih efektif dengan menggunakan media penyuluhan. Penggunaan media penyuluhan akan membantu memperjelas informasi yang disampaikan, karena dapat lebih menarik, lebih interaktif, dapat mengatasi batasan ruang, waktu dan indra manusia. Agar informasi yang disampaikan bisa lebih jelas dan mudah dipahami sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, maka informasi tersebut perlu dikemas sesuai dengan karakteristik dari setiap media yang digunakan. Intinya pemanfaatan teknologi di lembaga ini ada di media sosial sebagai pengganti penyuluhan secara langsung, tetapi penyuluhan secara langsung juga dilakukan namun terbatas.

 


Komentar

Posting Komentar